Nama : AZAN BOLQIAH
Nim : 06110186
Unit : D
Prodi : Tehnik Informatika
Semester : IV (Empat)
Alamat : Jln. Tgk. BEURAWAN, No.3, Desa.MASDA, Kec. Kota Juang, Kab.BIREUEN, NAD
Nama : AZAN BOLQIAH
Nim : 06110186
Unit : D
Prodi : Tehnik Informatika
Semester : IV (Empat)
Alamat : Jln. Tgk. BEURAWAN, No.3, Desa.MASDA, Kec. Kota Juang, Kab.BIREUEN, NAD
Setelah mempelajari bagian ini diharapkan kita dapat:
1. Mendefinisikan 4 model antrian
2. Memahami adanya tiga komponen dalam sistem antrian
3. Menjelaskan bagaimana melakukan analisis ekonomi sebuah antrian dengan model single channel queuing.
BAB II
A. KARAKTERISTIK SISTIM ANTRIAN
Ada tiga komponen dalam sistim antrian yaitu :
1. Kedatangan , populasi yang akan dilayani (calling population)
2. Antrian
3. Fasilitas pelayanan
Masing-masing komponen dalam sistim antrian tersebut mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Karakteristik dari masing-masing komponen tersebut adalah : Karakteristik Antrian adalah bahwa terdapat kedatangan, antrian, dan pelayanan.
1. Kedatangan Populasi yang akan Dilayani (calling population)
Jika kedatangan diasumsikan terjadi dengan kecepatan rata-rata yang konstan dan bebas satu sama lain disebut distribusi probabilitas Poisson Ahli matematika dan fisika, Simeon Poisson (1781 – 1840), menemukan sejumlah aplikasi manajerial, seperti kedatangan pasien di RS, sambungan telepon melalui central switching system, kedatangan kendaraan di pintu toll, dll. Semua kedatangan tersebut digambarkan dengan variabel acak yang terputus-putus dan nonnegative integer (0, 1, 2, 3, 4, 5, dst). Selama 10 menit mobil yang antri di pintu toll bisa 3, 5, 8, dst.
Ciri distribusi poisson:
1. rata-rata jumlah kedatangan setiap interval bisa diestimasi dari data sebelumnya
2. bila interval waktu diperkecil misalnya dari 10 menit menjadi 5 menit, maka pernyataan ini benar
a. probabilita bahwa seorang pasien datang merupakan angka yang sangat kecil dan konstan untuk setiap interval
b. probabilita bahwa 2 atau lebih pasien akan datang dalam waktu interval sangat kecil sehingga probabilita untuk 2 atau lebih dikatakan nol (0).
c. Jumlah pasien yang yang datang pada interval waktu bersifat independent
d. Jumlah pasien yang datang pada satu interval tidak tergantung pada interval yang lain.
Jika kedatangan mengikuti Distribusi Poisson dapat ditunjukkan secara matematis bahwa waktu antar kedatangan akan terdistribusi sesuai dengan distribusi eksponensial. Rumus:
P(T≤ t) = 1 – e-λt 0 ≤ t ≤ ∞
dimana :
P(zT≤ t) = probabilitas di mana waktu antar kedatangan T ≤ suatu waktu tertentu
λ = rata – rata kedatangan persatuan waktu t = suatu waktu tertentu
Suatu faktor yang mempengaruhi penilaian distribusi kedatangan adalah ukuran populasi panggilan .
Contoh : jika seorang tukang reparasi sedang memperbaiki enam buah mesin, populasi panggilan dibatasi sampai dengan enam buah mesin. Dalam hal ini tidak mungkin bahwa kedatangan mengikuti distribusi Poisson sebab tingkat kecepatan kerusakan tidak konstan. Jika lima buah mesin telah rusak, tingkat kedatangan lebih rendah daripada bila seluruh mesin dalam keadaan operasi.
Perilaku kedatangan.
Populasi yang akan dilayani mempunyai perilaku yang berbeda-beda dalam membentuk antrian. Ada tiga jenis perilaku: reneging, balking, dan jockeying. Reneging menggambarkan situasi dimana seseorang masuk dalam antrian, namun belum memperoleh pelayanan, kemudian meninggalkan antrian tersebut. Balking menggambarkan orang yang tidak masuk dalam antrian dan langsung meninggalkan tempat antrian. Jockeying menggambarkan orang yang pindah-pindah antrian.
2. Antrian
Batasan panjang antrian bisa terbatas (limited) bisa juga tidak terbatas (unlimited). Sebagai contoh antrian di jalan tol masuk dalam kategori panjang antrian yang tidak terbatas. Sementara antrian di rumah makan, masuk kategori panjang antrian yang terbatas karena keterbatasan tempat. Dalam kasus batasan panjang antrian yang tertentu
(definite line-length) dapat menyebabkan penundaan kedatangan antrian bila batasan telah tercapai. Contoh : sejumlah tertentu pesawat pada landasan telah melebihi suatu kapasitas bandara, kedatangan pesawat yang baru dialihkan ke bandara yang lain.
3. Fasilitas Pelayanan
Karakteristik fasilitas pelayanan dapat dilihat dari tiga hal, yaitu tata letak (lay out) secara fisik dari sistem antrian, disiplin antrian, waktu pelayanan.
Tata letak
Tata letak fisik dari sistem antrian digambarkan dengan jumlah saluran, juga disebut sebagai jumlah pelayan. Sistem antrian jalur tunggal (single channel, single server) berarti bahwa dalam sistem antrian tersebut hanya terdapat satu pemberi layanan serta satu jenis layanan yang diberikan. Sementara sistem antrian jalur tunggal tahapan berganda (single channel multi server) berarti dalam sistem antrian tersebut terdapat lebih dari satu jenis layanan yang diberikan, tetapi dalam setiap jenis layanan hanya terdapat satu pemberi layanan.
Sistem antrian jalur berganda satu tahap (multi channel single server) adalah terdapat satu jenis layanan dalam sistem antrian tersebut , namun terdapat lebih dari satu pemberi layanan. Sedangkan sistem antrian jalur berganda dengan tahapan berganda (multi channel, multi server) adalah sistem antrian dimana terdapat lebih dari satu jenis layanan dan terdapat lebih dari satu pemberi layanan dalam setiap jenis layanan.
Disiplin antrian
Ada dua klasifikasi yaitu prioritas dan first come first serve. Disiplin prioritas dikelompokkan menjadi dua, yaitu preemptive dan non preemptive. Disiplin preemptive menggambarkan situasi dimana pelayan sedang melayani seseorang, kemudian beralih melayani orang yang diprioritaskan meskipun belum selesai melayani orang sebelumnya. Sementara disiplin non preemptive menggambarkan situasi dimana pelayan akan menyelesaikan pelayanannya baru kemudian beralih melayani orang yang diprioritaskan. Sedangkan disiplin first come first serve menggambarkan bahwa orang yang lebih dahulu datang akan dilayani terlebih dahulu.
Dalam kenyataannya sering dijumpai kombinasi dari kedua jenis disiplin antrian tersebut. Yaitu prioritas dan first come first serve. Sebagai contoh, para pembeli yang akan melakukan pembayaran di kasir untuk pembelian kurang dari sepuluh jenis barang (dengan keranjang) di super market disediakan counter tersendiri.
Karakteristik waktu pelayanan. Waktu yang dibutuhkan untuk melayani bisa dikategorikan sebagai konstan dan acak. Waktu pelayanan konstan, jika waktu yang dibutuhkan untuk melayani sama untuk setiap pelanggan. Sedangkan waktu pelayanan acak, jika waktu yang dibutuhkan untuk melayani berbeda-beda untuk setiap pelanggan. Jika waktu pelayanan acak, diasumsikan mengikuti distribusi eksponensial.
B. PERILAKU BIAYA
Dalam sistem antrian ada dua jenis biaya yang timbul. Yaitu biaya karena orang
mengantri, dan di sisi lain biaya karena menambah fasilitas layanan. Biaya yang terjadi karena orang mengantri, antara lain berupa waktu yang hilang karena menunggu. Sementara biaya menambah fasilitas layanan berupa penambahan fasilitas layanan serta gaji tenaga kerja yang memberi pelayanan. Tujuan dari sistem antrian adalah meminimalkan biaya total, yaitu biaya karena mengantri dan biaya karena menambah fasilitas layanan.
BAB III
A. MERUMUSKAN MASALAH ANTRIAN
Ukuran prestasi dan parameter model antrian ditentukan dengan notasi sebagai berikut:
λ = rata-rata kecepatan kedatangan (jumlah kedatangan persatuan waktu)
1/λ = rata-rata waktu antar kedatangan
µ = rata-rata kecepatan pelayanan (jumlah satuan yang dilayani persatuan waktu bila pelayan sibuk).
1/µ = rata-rata waktu yang dibutuhkan pelayan
ρ = faktor penggunaan pelayan (proporsi waktu pelayan ketika sedang sibuk)
Pn = probabilita bahwa n satuan (kedatangan) dalam sistem
Lq = rata-rata jumlah satuan dalam antrian (rata-rata panjang antrian)
Ls = rata-rata jumlah satuan dalam sistem
Wq = rata-rata waktu tunggu dalam antrian
Ws = rata-rata waktu tunggu dalam sistem
Dalam topik ini akan dibahas permasalahan antrian yang didasarkan pada asumsi berikut :
1) Satu pelayanan dan satu tahap.
2) Jumlah kedatangan per unit waktu digambarkan oleh Distribusi Poisson dengan λ = rata-rata kecepatan kedatangan
3) Waktu pelayanan eksponensial dengan µ = rata-rata kecepatan pelayanan
4) Disiplin antrian adalah first come first served (Aturan antrian pertama datang-pertama dilayani) seluruh kedatangan dalam barisan hingga dilayani,
5) dimungkinkan panjang barisan yang tak terhingga.
6) populasi yang dilayani tidak terbatas
7) rata-rata kedatangan lebih kecil dari rata-rata waktu pelayanan
Dari asumsi tersebut dapat diperoleh hasil secara statistik sebagai berikut :
Pw = probabilitas fasilitas layanan sibuk atau faktor utilisasi fasilitas
= λ / µ
Lq = jumlah rata-rata dalam antrian
Lq = µ (µ-λ )
Ls = jumlah rata-rataa di dalam sistem (yang antri dan yang sedang dilayani)
Ls = λ µ − λ
Wq = waktu rata-rata di dalam antrian
Wq = λ µ (µ − λ )
Ws = waktu rata-rata di dalam sistem
Ws = 1 µ − λ
B. APLIKASI MODEL ANTRIAN SINGLE CHANNEL
Jumlah rata-rata dalam antrian
1 kelompok kerja
2 kelompok kerja
Lq = λ = 4 = 0 167,
µ (µ − λ )
(12− 4)
3 kelompok kerja
Lq = λ = 4 = ,0 063
µ (µ − λ )
Jumlah rata-rata di dalam sistem (yang antri dan yang sedang dilayani)
Ls = λ
µ − λ
1 kelompok kerja
Ls = 4 = 2
6 − 4
2 kelompok kerja
Ls = 4 = 0 5,
12 − 4
3 kelompok kerja
Ls = 4 = ,0 286
18 − 4
Waktu rata-rata di dalam antrian
Wq = λ
µ (µ − λ )
1 kelompok
Wq = 4 = 0 333,
( 6 − 4)
2 kelompok
Wq = 4 = 0 042
12 – 4)
3 kelompok
Wq = 4 = 0 016,
(18− 4)
Waktu rata-rata di dalam sistem
Ws = 1
µ − λ
1 kelompok
Ws = 1 = 0 5,
6 − 4
2 kelompok
Ws = 1 = 0 125,
12 − 4
3 kelompok
Ws = 1 = 0 071,
Probabilitas fasilitas layanan sibuk atau faktor utilisasi fasilitas
Pw = λ µ
BAB IV
A. PENUTUP
- KESIMPULAN
Dalam sistem antrian terdapat tiga komponen utama, yaitu: kedatangan populasi yang akan dilayani, antrian, dan fasilitas pelayanan. Setiap komponen memiliki karakteristik yang berbeda.Desain tata letak dalam sistem antrian bias di bedakan menjadi empat yaitu single channel single server, single channel multi server, multi channel single server, dan multi channel multi server. Tujuan dari sistem antrian adalah meminimalkan biaya total, yang merupakan penjumlahan dari biaya yang timbul karena menunggu dan biaya yang timbul karena menambah fasilitas layanan.
Ada tujuh asumsi yang harus dipenuhi dalam single channel queuing model dimana kedatangan populasi diasumsikan mengikuti distribusi Poison dan waktu pelayanan mengikuti distribusi eksponen sial, yaitu: Satu pelayanan dan satu tahap, Jumlah kedatangan per unit waktu digambarkan oleh Distribusi Poisson, Waktu pelayanan eksponensial, Disiplin antrian adalah first come first served, dimungkinkan panjang barisan yang tak terhingga, populasi yang dilayani tidak terbatas, rata-rata kedatangan lebih kecil dari rata-rata waktu pelayanan.
Sistem antrian mengungkap utilisasi fasilitas, rata-rata waktu dalam sistem dan antrian, serta rata-rata jumlah pelanggan dalam sistem dan antrian.
DAFTAR PUSTAKA
Toha, Hamdy A. (1997). Operations Research: an introduction, Prentice Hall, NJ. Levin, Richard I., et al. (1992). Quantitative Approaches to Management, eight edition,
Cita-cita saya sekarang adalah ingin menjadi orang yang berguna di Dunia dan Akhirat. Dan saya juga ingin sekali membahagiakan orang tua saya, karena orang tua saya telah bersusah payah mendidik saya dari dalam kandungan hingga saya dewasa.
Dari pengamatan kita semua, perkembangan Sains dan Teknologi yang terjadi sejak Abad ke-20 dan berlanjut terus hingga kini, bukan saja telah memperkaya kehidupan materi dan jasmaniah umat manusia, tapi juga telah merubah gaya hidup manusia, berbareng dengan itu, perubahan dahsyat Tatanan Sosio Politik dan Sosio Ekonomi, serta krisis multi dimensional yang melanda Negara kita sejak 1997 telah membuat persaingan dan perjuangan hidup bertambah berat, gelombang pasang surut kehidupan semakin dahsyat yang seringkali membuat warga masyarakat terganggu keseimbangan mental bathinnya, yang pada gilirannya akan menyebabkan timbulnya atau diperparahnya penyakit-penyakit kronis yang erat hubungannya dengan kondisi mental bathin manusia. Makalah yang disajikan Prof. Hung ini akan dapat memberi jawaban tepat atas problem hidup bagaimana kita semua dapat menikmati buah hasil dari kemajuan Sains & Teknologi berupa kemakmuran materi tapi juga tetap menjaga Kesehatan Jasmaniah & Rohaniah, dan dapat hidup bahagia.
Prof. Hung melalui banyak contoh konkrit, menyimpulkan bahwa faktor utama penyebab timbulnya penyakit-penyakit kronis, bukanlah faktor internal si penderita, melainkan faktor eksternal penderita. Selanjutnya Prof. Hung mengemukakan bahwa dengan pengendalian Faktor Eksternal ini – membangun suatu Gaya Hidup Sehat – akan dapat mencegah dan mengurangi secara efektif timbulnya penyakit. Salah satu elemen penting dalam Gaya Hidup Sehat, yakni Keseimbangan Mental Bathin telah dikupas secara mendalam dalam makalah ini. Secara keseluruhan makalah ini bukan saja telah berguna memberikan pedoman berharga bagi pemeliharaan kesehatan warga usia pertengahan dan usia lanjut, tapi bagi pembaca muda, makalah inipun akan sangat bermanfaat bagi upaya pencegahan penyakit dan hidup sehat sepanjang hayat.
Prof. Hung Zhao Guang, lahir di Fu Kien pada tahun 1939, lulus dari Shanghai First Medical Institute pada tahun 1961, melanjutkan studi S3-nya di Chicago North Western University, Spesialisasi di Bidang “Sickness Prevention”. Kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komite “Heart Coronary” pada Kementrian Kesehatan RRC; Wakil Kepala National Heart Disease Prevention Research Center; Pengurus Tetap pada China High Blood Pressure Foundation; Beijing An Zhen Hospital Kepala Bagian Penyakit Dalam; beliau juga Pengajar di Universitas dan Peneliti.
Makalah ini kami alih bahasakan, untuk dipersembahkan kepada kawan-kawan sesama Alumnus PAHOA/JPP/SMA 19 yang sebagian daripada mereka sudah menginjak usia pertengahan dan usia lanjut, semoga berguna, membantu kawan-kawan memperbaiki gaya hidup masing-masing agar terwujud cita-cita Hidup Sehat dan Panjang Usia.